Pages

Senin, 03 Februari 2014

cara menangani orang yang terkena serangan jantung

Ketepatan diagnosis dan kecepatan penanganan menjadi kunci pertolongan pasien yang terkena serangan jantung mendadak. Bagaimana jika Anda mendapati teman atau saudara yang mengalami gejala serangan jantung mendadak?
Jika pasien tak diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan dalam keadaan sadar, minta ia menghentikan aktivitas dengan duduk atau berbaring sebentar. “Tunggu 5 menit untuk dievaluasi. Jika nyeri menetap, sebaiknya segera langsung dibawa ke RS atau berikan obat jika ada,” kata dr Daniel PL Tobing, MD, FIHA, FICA, FAPSC, Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Harapan Kita, saat ditemui di acara "SOHO #BetterU: Hari Jantung Sedunia", Rabu (25/9) lalu di Jakarta.
Sementara pada pasien yang memiliki riwayat sakit jantung, minta ia beristirahat, duduk atau berbaring, dan beri obat nitrogilesin atau aspirin 160 mg  sebanyak 2-3 kali. Kalau masih tidak mempan, langsung bawa ke RS.
Bagaimana jika pasien tidak sadar?
“Tujuan menolong orang yang tidak sadar adalah memberikan bantuan sirkulasi dan pernafasan yang cukup sampai keadaan henti jantung teratasi, atau pasien dinyatakan meninggal. Indikasi membantu serangan jantung adalah henti nafas, henti jantung, atau pasien tidak sadarkan diri,” jelas Daniel.
Biasanya, bandar udara atau tempat umum tertentu juga menyediakan AED (Automatic External  Defibrillator) atau alat kejut listrik. “Ini karena sebagian besar pasien henti jantung mengalami kelainan aritmik (gangguan irama jantung, Red. ), makanya pertolongan pertamanya adalah dengan AED,” jelas Daniel.
Jika ada yang tidak sadar dan tidak merespons setelah dipanggil atau ditepuk-tepuk, segera panggil bantuan atau pertolongan lebih dulu. Bisa ke 118, atau panggil teman atau orang lain. Setelah itu, berikan tindakan pertolongan gawat darurat berupa CPR (Cardiopulmonary resuscitation) dengan sistem CAB, yaitu Compression (sirkulasi atau aliran darah), Airways (jalan nafas), dan Breathing (nafas).
Caranya, lakukan Compression dengan menekan bagian tengah dada, persis di atas tulang dada. Lakukan sebanyak 100 kali per menit dengan kedalaman tekanan sekitar 4-5 cm. Sebaiknya lakukan bergantian dengan orang lain.
Setelah itu buka jalan nafasnya (Airways). Caranya, dorong dagu pasien ke atas, usahakan letakkan di tempat yang rata atau keras. Bisa juga dagu diangkat dari belakang supaya aliran udara lancar dari luar ke paru-paru. Yang terakhir adalah memberikan pernafasan bantuan (Breathing). Hal ini bisa dilakukan dari mulut ke mulut, mulut ke hidung, mulut ke sungkup, atau dengan kantung pernafasan.

0 komentar:

Posting Komentar

IP

sites - info

Cool Blue Outer Glow Pointer
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More