Ketepatan diagnosis dan kecepatan penanganan menjadi kunci
pertolongan pasien yang terkena serangan jantung mendadak. Bagaimana
jika Anda mendapati teman atau saudara yang mengalami gejala serangan
jantung mendadak?
Jika pasien tak diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan dalam
keadaan sadar, minta ia menghentikan aktivitas dengan duduk atau
berbaring sebentar. “Tunggu 5 menit untuk dievaluasi. Jika nyeri
menetap, sebaiknya segera langsung dibawa ke RS atau berikan obat jika
ada,” kata dr Daniel PL Tobing, MD, FIHA, FICA, FAPSC, Spesialis Jantung
dan Pembuluh Darah RS Harapan Kita, saat ditemui di acara "SOHO
#BetterU: Hari Jantung Sedunia", Rabu (25/9) lalu di Jakarta.
Sementara pada pasien yang memiliki riwayat sakit jantung, minta ia
beristirahat, duduk atau berbaring, dan beri obat nitrogilesin atau
aspirin 160 mg sebanyak 2-3 kali. Kalau masih tidak mempan, langsung
bawa ke RS.
Bagaimana jika pasien tidak sadar?
“Tujuan menolong orang yang tidak sadar adalah memberikan bantuan
sirkulasi dan pernafasan yang cukup sampai keadaan henti jantung
teratasi, atau pasien dinyatakan meninggal. Indikasi membantu serangan
jantung adalah henti nafas, henti jantung, atau pasien tidak sadarkan
diri,” jelas Daniel.
Biasanya, bandar udara atau tempat umum tertentu juga menyediakan AED
(Automatic External Defibrillator) atau alat kejut listrik. “Ini
karena sebagian besar pasien henti jantung mengalami kelainan aritmik
(gangguan irama jantung, Red.
), makanya pertolongan pertamanya adalah dengan AED,” jelas Daniel.
Jika ada yang tidak sadar dan tidak merespons setelah dipanggil atau
ditepuk-tepuk, segera panggil bantuan atau pertolongan lebih dulu. Bisa
ke 118, atau panggil teman atau orang lain. Setelah itu, berikan
tindakan pertolongan gawat darurat berupa CPR (Cardiopulmonary
resuscitation) dengan sistem CAB, yaitu Compression (sirkulasi atau
aliran darah), Airways (jalan nafas), dan Breathing (nafas).
Caranya, lakukan Compression dengan menekan bagian tengah dada,
persis di atas tulang dada. Lakukan sebanyak 100 kali per menit dengan
kedalaman tekanan sekitar 4-5 cm. Sebaiknya lakukan bergantian dengan
orang lain.
Setelah itu buka jalan nafasnya (Airways). Caranya, dorong dagu
pasien ke atas, usahakan letakkan di tempat yang rata atau keras. Bisa
juga dagu diangkat dari belakang supaya aliran udara lancar dari luar ke
paru-paru. Yang terakhir adalah memberikan pernafasan bantuan
(Breathing). Hal ini bisa dilakukan dari mulut ke mulut, mulut ke
hidung, mulut ke sungkup, atau dengan kantung pernafasan.




0 komentar:
Posting Komentar